FILSAFAT MATEMATIKA DAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA
Oleh Meita Fitrianawati/08301244015/Pend. Matematika Swa 2008
Dengan kita melihat sejarah filsafat, maka munculnya filsafat pertama kali adalah filsafat alam sehingga adanya fenomena alam baru setelah filsafat alam muncul fenomena matematika dan dibalik fenomena muncul adanya noumena misalnya ruh yang telah disampaikan oleh Immanuel Kant. Selain itu, Matematika dan filsafat mempunyai sejarah keterikatan satu dengan yang lain sejak jaman Yunani Kuno yaitu Mesopotamia, Babilonia, mesir kuno, india. Matematika di samping merupakan sumber dan inspirasi bagi para filusuf, metodenya juga banyak diambil untuk mendeskripsikan pemikiran filsafat. Menurut perkembangan sejarah, Hermenitika filsafat ada yang bersifat tetap (Permenides) atau yang bersifat berubah (Heraklitos). Hasil pemikiran bersifat tetap karena ada dalam pikiran manusia dan yang berubah adalah ruang dan waktunya.
Fenomena alam dan fenomena matematika menemukan solusi, cara, metode sehingga menemukan rumus yang tetap dan yang berubah adalah ruang dan waktu. Sebagai contohnya adalah orang yang pertama kali menemukan rumus yaitu Phytogas. Rumus dari seorang phytagoras adalah tetap akan tetapi fenomena tetap berjalan. Sifat-sifat matematika dibagi menjadi 2 yaitu yang berdasarkan pure mathematics dan matematika sekolah. Sifat-sifat yang dimiliki Pure Mathematics adalah absolut, hukumnya identitas, konsisten,koheren, tetap, tunggal. Institusi yang mempunyai paham Pure Mathematics adalah UGM, ITB, UI, dan IPB. Pada pure mathematics terbebas oleh ruang dan waktu sehingga mengalami ekstensi. Sedangkan sifat-sifat yang Matematika Sekolah adalah Relatif, Hukumnya Kontradiksi, Plural, Korespondensi, yaitu kebenaran berdasarkan fakta. Institusi yang mempunyai paham matematika sekolah adalah UNY, IKIP, dan Sekolah. Dan matematika sekolah terikat oleh ruang dan waktu. Hilbert berpendapat bahwa ilmu adalah sistem dimana dalam sistem itu terdapat definisi, aksiomatis, foundamentalis, intutusioalism (Brouwer). Intuisi matematika sangatlah penting untuk menghasilkan ide-ide atau gagasan matematika.
Di Indonesia sekarang didominasi oleh kaum Hilbertism yaitu matematika sekarang yang terdiri dari matematika aksiomatik, matematika logicism, matematika formal, matematika murni dan matematika perguruan tinggi sehingga dibentuklah Ujian Nasional yaitu matematika dilihat berdasarkan pengalaman. Maka perlu adanya perubahan dalam dunia pendidikan atau revolusi pendidikan, salah satunya dengan adanya Surat Terbuka untuk Presiden yang disampaikan oleh Pak Marsigit merupakan salah satu bentuk revolusi . Dalam Surat Terbuka tersebut salah satu yang disorot adalah tentang UN yang menurut Bapak Marsigit diganti dengan PRONASMINRASA (Program Nasional Menumbuhkan Minat dan Rasa Senang Belajar). Memang lebih penting minat dan rasa senang belajar ditumbuhkan daripada anak dituntut untuk kelulusan karena akan memberikan dampak psikologis terhadap siswa. Selain itu, matematika sekarang ini bersifat Abstrak dan ideal yang terbebas oleh ruang dan waktu, identitas, impersonal yaitu tidak manusiawi.
Dengan kesadaran berfilsafat, filosofi matematika ada tiga pilar, yaitu
1. Ontologi of Mathematics
Yaitu menjawab pertanyaan apa
2. Epistemology of Mathematics
Yaitu menjawab mengapa dan bagaimana
3. Axiologi Mathematical
Yaitu mejawab pernyataan untuk apa.
Agar kita dapat memahami konsep filosofi matematika maka kita perlu mengembangkan metode berfikir intensif yaitu sedalam-dalamnya dan tidak ada yang lebih dalam dan metode berpikir ekstensif yaitu berpikir seluas-luasnya dan tidak ada yang lebih luas. Karena perpaduan berpikir intensif dan ekstensif akan menghasilkan cara berpikir ontologis yaitu berpikir hakekat.
Salah satu unsur dalam system matematika adalah bilangan. Dan salah satu unsur bilangan adalah 2. Dua tanpa menggunakan bilangan yang lain tidak mungkin dapat dibentuk suatu system matematika jika tidak ada aturan menghubungkan unsur-unsurnya. Atau dapat dikatakan lain bahwa di dalam sistem matematika yang dihasilkan, kita tidak akan pernah menemukan suatu unsur berdiri sendiri tanpa berhubungan antara satu dengan unsur yang lain atau kalaupun berdiri sendiri maka kita kita tidak akan menemukan makna apapun dari lambang-lambang itu. Apakah Hakekat 2?
Untuk mengetahui Hakekat dua kita harus meletakkan kesadaran kita di depan obyeknya. Dan orang yang sedang tidur tidak akan menyadari kalau ada bilangan 2. 2 dan 1 bisa sama oleh filsafat. Dan hakekat 2 hanya bisa dipahami dengan filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya. Dan Tuhan yang satu bukan dari suatu hasil dari membilang artinya Tuhan tidak membilang. Membilang adalah 1, 2, 3, … atau dapat membentuk suatu system. Dan setiap hal adalah mempunyai ruang dan waktu.
Operasi atau hubungan adalah penghasil komponen dasar membentuk konsep atau system matematika. Sebagai contoh adalah operasi penjumlahan. Penjumlahan adalah suatu besaran atau ekstensi dari perbesaran atau besaran yang berekstensi. Dan di dalam dunia matematika setiap hal adalah berekstensi dan di dalam matematika pula operasi ada besaran satu dan ada besaran dua.
Yang perbesaran adalah potensi dan fakta. Sebagai contoh adalah 2+1=3 tanpa ada proses yang menonjol maka akan ada hasil yang menonjol. Kalau yang 2+1 potensi yang menonjol maka fakta yang lain yang menonjol.
Telah dijelaskan bahwa hakekat satu dan hakekat dua apakah keduanya sama?dan keduanya dapat dikatakan sama atau berbeda karena di dunia ini tidak ada dua hal yang sama dan segala sesuatu itu sama tergantung kita menjelaskannya. Sebagai contoh adalah bagaimana kita menjelaskan 2x+3y=7? Menurut saya adalah jika ada besaran 2 dikali besaran yang tidak ketahui ditambah dengan besaran 3 dikalikan besaran yang tidak diketahui maka akan ada besaran baru yaitu sama dengan besaran 7.
Benda-benda fisik dapat dikategorikan menjadi
1. Fisik
2. Skema
3. Model
4. Abstrak
Fisik dan skema adalah berpikir secara horizontal dan berpikir vertical yaitu model dan abstrak.
Dan di dalam kita berpikir yang berada di atas adalah logika dan yang berada dibawah adalah judgment(keputusan), persepsi dan indera.