MELEMPAR KATA DALAM BAHASA,
MENYIMPAN MAKNA DALAM FILSAFAT
Oleh : Meita Fitrianawati/08301244015/P.Mat Swa 08
Sebuah perjalanan yang sangat panjang dan membutuhkan proses, sehingga kita mampu untuk merefleksian apa yang telah terjadi di dalam diri kita. Dan sekarang saya akan melakukan perjalanan untuk menggapai dimensi tertinggi dalam filsafat yaitu refleksi. Merefleksikan tanya jawab singkat yang sudah terlaksana di waktu yang lampau.
Untuk pertama kali, saya akan membahas mengenai pendidikan karakter. Di dalam dunia pendidikan hal yang paling penting adalah bagaimana membentuk karakter siswa agar siswa mampu mentransfer karakter ke dalam pendidikan terutama pendidikan matematika yang dapat melalui dari empat cara komunikasi yaitu
1. Komunikasi material matematika
Komunikasi material matematika adalah komunikasi dengan dimensi paling rendah karena di dalam implikasi dari kesetaraan subjek dan obyek memiliki posisi yang paling lemah dalam sifat di dalam menunjukannya.
2. Komunikasi formal matematika
Hubungan antara perbedaan sifat ke dalam dan keluar yang menentukan sifat dari subjek atau objek komunikasinya. Perbedaan sifat-sifat subjek atau objek memberikan penguatan adanya perbedaan sifat penunjukan.
3. Komunikasi normatif matematika
Komunikasi ini mempunyai dimensi yang lebih tinggi karena keterlibatan satuan-satuan potensinya lebih banyak, lebih luas, dan lebih kompleks. Dan komunikasi normatif matematika ditandai dengan meluruhnya sifat-sifat penunjukan n pada diri subjek dan obyeknya.
4. Komunikasi spiritual matematika.
Komunikasi ini adalah komunikasi yang mempunyai dimensi paling tinggi karena Sifat-sifat korelasional keluar dari konsep matematika menunjukkan keadaan semakin jelas dan tegasnya apakah dalam bentuk ke luar ke atas atau ke luar ke bawah.
Di dalam perjalanan yang kedua, saya akan membahas mengenai tema hantu pada kelas RSBI. Sering di dalam kita melakukan refleksi-refleksi sebelumnya membahas tentang tema hantu, tapi apakah kita mengetahui siapa hantu di dalam kelas tersebut. Hantunya yang terdapat di dalam kelas tersebut adalah Casablanca, Casablanca adalah sebuah daerah yang terdapat di Jakarta. Di daerah Casablanca terdapat jembatan, dan jembatan tersebut konon katanya terdapat hantu, jembatan casablancaini pernah difilmkan. Alasan mengapa kelas ini mengambil hantu yang bernama casablanca adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Hal yang mungkin ada salah satunya adalah melakukan inovasi. Karena hantu ini muncul secara modern dan tidak semua orang tahu tidak seperti kuntilanak atau pocong yang berkesan tradisional seperti dalam sebuah forum tanya jawab inovasi digambarkan sebagai jangkerik di sore hari dan burung pagi berkicau di pagi hari adalah tradisional.
Di dalam perjalanan selanjutnya saya akan membahas mengenai dialog-dialog filsafat yang pertama dan dialog filsafat yang kedua yang subyekya dalam dialog tersebut adalah Bapak Marsigit, Mahasiswa dan elegi. Perbedaan antara dialog yang pertama dan yang kedua adalah di dalam dialog yang pertama terdapat subyek elegi sedangkan dialog yang kedua tidak terdapat subyek elegi. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan obyek juga dapat berperan sebagai obyek yang menerangkan suatu subyek sekaligus sebagai subyek bagi obyek yang lain. Subyek dan predikat adalah unsur dasar pembentuk bahasa. Dan kita tidak mengigkari bahwa subyek dan predikat akan melekat di setiap kalimat.
Cita-cita orang berfilsafat adalah membangun dunia. Di dalam membangun dunia, kita tidaklah sempurna, karena kita pasti mempunyai kesalahan baik yang kita sadari atau pun tidak di dalam berfilsafat.salah satunya kita harus mohon maaf atas sifat arogansi filsafatku itu karena kurang santunnya memanggil nama-nama para filsuf. Karena memanggil para filsuf itu tidaklah disertai dengan gelar misalnya atau unggah-ungguh kalau menurut bahasa jawa. Dan yang kedua kita harus mohon maaf atas kelancangan filsafatku terhadap subyek penguasaku yaitu karena kelancangan filsafatku terhadap subyek, mengatakan yang salah dengan salah dan mengatakan yang benar dengan benar walaupun jika hal itu dikatakan maka sebenarnya akan membuat situasi yang tidak nyaman bagi orang lain. Mohon maaf atas Kemarahan Filsafatku karena selalu berfilsafat. Dan mohon maaf atas kesombongan filsafatku karena juga selalu berfilsafat. Karena dengan kemarahan dan kesombongan dalam berfilsafat itu dapat menyebabkan kita terjebak dalam jebakan filsafat, karena tidak ikhlas, dan penuh dengan kepura-puraan.
Perjalanan selanjutnya saya akan membahas mengenai infinite regrest atau suatu yang tidak pernah berujung. Filsuf ini adalah Socrates. Karena ilmu menurut Socrates adalah pertanyaan, karena pertanyaan dan tak kunjung ada jawabnya maka akan mencapai tak hingga atau infinite regress. Pertanyaan ini juga akan menimbulkan suatu ilmu. Sebagai contoh adalah seorang Guru matematka SD di sebuah sekolah SDIT, yang bertanya mengenai diskusi kelompok. Dengan pertanyaan itu kita dapat mengetahuinya. Sedangkan ilmu menurut Imanuel kant adalah pikiran. Filsafat adalah olah pikir yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Anti Filsafat itu ternyata adalah Filsafat juga. Karena filsafat sangat luas. Dan setiap manusia mempunyai filsafatnya masing-masing. Maka berapa banyak filsafat di dunia ini? Maka filsafat di dunia ini adalah infinite regress.
Perjalanan selanjutnya adalah untuk melengkapi refleksi dalam tempo ini. Hidupku itu adalah sebuah reduksi. Antitesis dari reduksi itu sendiri adalah idealisasi. Di dunia ini yang lengkap jika ada Aku atau Bukan Aku, maka separo dari duniaku atau juga separo dari duniamu dan jika menjadi satu maka kita dapat membangun dunia yang merupakan cita-cita orang berfilsafat. Filsafat adalah Ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Karena di dalam filsafat ada 3 pilar yang harus dipenuhi yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Determinist adalah menentukan nasib orang lain, maka sebagian dosaku itu dikarenakan Determinisku. Maka dirikulah orang yang paling berbahaya di dunia ini. Dan orang terseksi di dunia ini menurut forum tanya jawab adalah Barack Obama. Jatuhnya suatu sifat yang satu terhadap sifat yang lainnya atau yang disebut dengan aksiden. Gelar tertinggi dari seseorang yang mencari ilmu hanyalah digunakan sebagai saksi dari keilmuannya. Transformasi dunia yang satu ke dunia yang lain itu adalah dalam ruang dan waktu.
Perjalanan kali ini diakhiri dengan pembahasan mengenai sumbu di dalam filsafat. Di dalam setiap sumbu mempunyai 2 ujung yang saling berlawanan. Ujung-ujung dari setiap sumbu disebut dengan kutub. Kutub dari ruang adalah jauh dan dekat, kutub dari waktu adalah yang lalu, sekarang dan yang akan datang, kutub dari spiritual adalah material, formal, normatif. Dan setiap kutubnya mempunyai hubungan masing-masing yang dapat dijelaskan atau diterangkan di dalam filsafat. Misalkan mengenai hubungan antara reward dan punishment Dalam suatu pembelajaran, dikenal istilah reward dan punishment. Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan, sedangkan punishment artinya hukuman atau sanksi. Siswa mau belajar karena takut hukuman yang diberikan guru atau ingin mendapatkan reward adalah sesuatu yang tidak baik. Karena hal ini bukan sesuai dari minat dari dalam diri siswa tersebut. Di dalam filsafat dikenal dengan 3 sumbu, sumbu tersebut sering dikenal dengan 3 pilar dalam filsafat yaitu
1. Sumbu ontologi
Yaitu sumbu yang merentang dari intensif sampai ekstensif
2. Sumbu epistimologis
Yaitu sumbu yang merentang dari benar sampai salah. Dan untuk pengambilan keputusan
3. Sumbu aksiologis
Yaitu merentang dari yang baik sampai yang buruk, dari etis sampai estetika.