KARENA SEMUA YANG ADA DAN YANG MUNGKIN ADA
PADA PIKIRAN KITA DAN SEBAGIAN YANG ADA, ADA DI SINI
Oleh Meita Fitrinawati/08301244015/P.Mat Swa 08
Bagian 1 (Fenomena)
Setiap fenomena bisa dikatakan selalu bersifat berubah ataupun bersifat tetap karena berpikir filsafat berdimensi-dimensi tergantung akan ruang dan waktunya. Atau dapat dikatakan lain yaitu apa yang berpikir tetap? dan apa yang berubah? Atau jika dikaitkan dengan para filosof jika termasuk pengikut Heraclitos maka bersifat berubah dan jika pengikut Permenides maka bersifat tetap.
Bagian 2 (Orang yang paling seksi)
Orang yang paling seksi tergantung sudut pandang mana yang akan kita lihat. Menurut Marsigit, orang yang paling seksi adalah orang yang menarik perhatian dunia atau berpengaruh terhadap dunia yaitu sosok itu menurut Marsigit adalah Barack Obama yang dikaitan dengan kuasanya. Menurut saya orang yang paling seksi adalah kedua orang tua saya karena kedua orang tua adalah orang yang mempengaruhi di dalam kehidupan saya.
Bagian 3 (Incomentsurable)
Incomentsurable adalah mengukur dengan ukuran yang tidak sama atau bersikap tidak adil. Sebagai contoh adalah ketika kita melihat pola hidup orang perkotaan yang hidup di lingkungan perumahan karena adanya persaingan antar warga yang sangat kuat sehingga terkadang memaksakan situasi dan orang yang memaksakan situasi adalah incommentsurable. Dan lawan dari incomentsurable adalah comentsurable. Contohnya adalah jika kita membandingkan dengan yang berpengalaman. Di dalam matematika adalah penerapan skala bilangan, dalam segitiga siku-siku kita dapat menunjukan panjangnya sisi siku-sikunya dengan bilangan bulat, sedangkan untuk sisi miringnya, tidak ada bilangan bulat yang menunjukan panjangnya sisi miring. Dan sisi miring itu adalah tidak incomentsurable/comentsurable. Sehingga phytagoras adalah orang yang pertama kali menemukan konsep incomentsurable.
Bagian 4 ( Pengaruh Hilbert di Indonesia)
Kita semua adalah kaum pengikut hilbert. Karena Hilbert telah berhasil membangun sistem matematika formal yang modern dan struktur matematika. contoh dari struktur-struktur matematika adalah geometri, aljabar, kalkulus, dll. Dan ilmu dari Hilbert kita gunakan sampai sekarang di Perguruan Tinggi.
Bagian 5 ( Mengiplementasikan matematika murni ke dalam pendidikan)
Karena matematika membicarakan tentang tiga pilar, yaitu
1. Ontologi of Mathematics
Yaitu menjawab pertanyaan apa
2. Epistemology of Mathematics
Yaitu menjawab mengapa dan bagaimana
3. Axiologi Mathematical
Yaitu mejawab pernyataan untuk apa.
Sehingga bisa mengetahui kualitas secara bertingkat-tingkat atau mengetahui tingkat kedalaman kualitas. Baik kualitas fisik ataupun metafisik. Dan setiap persoalan itu berbeda karakteristik yaitu di dalam elegi adalah burung di pagi hari dan jangkerik di sore hari.
Bagian 6 (Tema Hantu di kelas RSBI)
Setiap kata-kata, tulisan dan tindakan adalah doa. Itu adalah pedoman yang harus kita pegang. Dan segala sesuatu itu jika kita berpikir positif maka positiflah dibalik semuanya. Dan jika udah berpikir negatif maka negatilah semuanya. Ketika memaknai tentang tema hantu di kelas RSBI bahwa tulisan hantu adalah suatu musibah. Sehingga perlu diruwat atau di dalam filsafat adalah dijelaskan. Dan pada level apa atau tingkat operasional yang seperti apa dan tidak cukup untuk mengomentari dengan pikiran akan tetapi dengan hati. Pada tema ini adalah langkahku, tindakanku itu adalah hantu. Atau pada siswa SMP adalah para generasi muda, dan generasi muda yang seperti itu adalah generasi muda yang kehilangan jati dirinya karena orang tua sekarang edang mengalami krisis sehingga perlu diruwat. Akan tetapi menurut saya, Jika kita melakukan hal dengan cara yang biasa maka kita akan dilanda kebosanan. oleh karena itu dibutuhkan variasi untuk menghilangkan kebosanann tersebut..dengan tema yang berbeda akan memberikan rasa yang berbeda pula seperti tema dalam sekolah tersebut. menurut saya bertema hantu dan kematian selain unik atau berbeda hal ini juga dapat mengingatkan kita bahwa akan ada kehidupan lagi setelah kematian dan kita akan ditanya oleh Malaikat ibarat guru bertanya dengan muridnya selain itu jug, hantu dan kematian juga ibarat kuburan yang sering di dalam istilah juga "Rumah masa depan", hal ini juga dapat diartikan bahwa sekolah adalah tempat untuk kehidupan masa depan kita, selain itu kuburan penghuninya adalah orang-orang yang sudah meninggal yang sering juga untuk nama adalah Almarhum yang oleh siswa SMP ini sebagai daftar siswa. Oleh karena itu, kita dapat melakukan hal yang tidak biasa agar dapat menyemangati kita di dalam kita menuntut ilmu
Bagian 7 (Obyek Formal dan Obyek Material)
Obyek formal adalah wadah, metode sedangkan obyek material adalah isi. Akan tetapi wadah juga bisa dipandang sebagai isi tergantung cara kita menjelakannya. Dan di dalam matematika obyek formal matematika adalah research dan obyek material adalah obyek matematika. dan di dalam flsafat pendidikan matematika. obyek formalnya adalah adalah filsafat sedangkan obyek materialnya adalah pendidikan matematika.
Bagian 8 (Pikiran Kita Dan Referensi)
Di dalam filsafat adalah menerjemahkan dan diterjemahkan tentang teori dan praktek. Di dalam teori terdapat tesis da antitesis. Dan antitesis itu adalah pikiranmu dan tesisnya adalah referensi. Sedangkan praktenya adalah pengalan dan atitesis kita. Dan perlu hati-hati dengan antitesis karena kita mudah terjebak oleh mitos.
Bagian 9 (Aplikasi Setelah Kita Mempelajari Filsafat)
Di dalam filsafat aplikasi setelah kita mempelajari filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada karena sesuai dengan obyek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Jadi aplikasi setelah mempelajari filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada.
Bagian 10 ( Manfaat/Pengaruh Pendidikan Karakter Untuk Pendidikan Di Indonesia)
Pendidikan karakter yang penting adalah dari siapa dan untuk siapa. Dan orang yang menggarisbawahi karakter adalah orang yang tradisional.
Bagian 11 (tentang Ujian Nasional)
Pemerintah mengakui tentang ketidakonsistennya pendidikan dan kebijakan sehingga ujian nasional mempunyai kebijakan setiap tahunnya sehingga tahun sekarang mempunyai kebijakan yang berbeda dengan tahun lalu. Untuk tahun yang sekarang guru juga menentukan tentang kelulusan siswa. Kelulusan siswa memberikan dampak psikologis terhadap siswa. Hal ini yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah. Banyak siswa yang stres karena tidak lulus UN. Dan UN sudah menjadi lahan, proyek, dan alat kesatuan bangsa. Dan Indonesia mempunyai kebijakan untuk Otonomi Daerah. Sehingga diserahkan ke daerahnya masing-masing.
Bagian 12 (Surat Terbuka Untuk Presiden)
Surat terbuka untuk presiden adalah elegi saja yang bersifat formal. Dan surat terbuka untuk presiden hanyalah suatu pemberontakan dan hanyalah sebuah ide atau kajian filsafat.
Bagian 13 (Kemungkinan apa yag kita pikirkan akan menjadi kenyataan)
Orang yang mempunyai cerah dan terang dalam pikiran kalau diekstensikan akan terang dalam hati, dan jika diekstensikan lagi akan terang dalam materiil. Terang dalam pikir kita harus mengetahui ontologi dari berpikir. Dan berpikir paling tinggi adalah mengambil keputusan. Sedangkan terang dalam hati, setinggi-tinggi keadaan hati adalah ketika kita merasa tidak ada jarak antara kita dengan Sang Pencipta. Eksperimen dari berpikir adalah mentransformir keadaan. Dan dalam bagian ini dikaitkan dengan intuisi dan intuisi itu adalah pengalaman, logika, justifikasi, dll. Dan kebenaran dengan logika adalah koherensi, cerah di dalam pengalaman adalah korespondensi. Dan cerah datang tiba-tiba adalah intuisi atau ilham.
Bagian 14 (Imajiner)
Satu detik pun ketika anda tidak tidur maka sedetik itu pula kita tidak terbebas dari imajiner. Dan segala sesuatu yang kita lakukan, adalah ketika kita tidak tidur.
Bagian 15 (mana yang lebih dulu ada atau yang mungkin ada)
Segala sesuatu itu tergantung sudut mana yang akan kita lihat. Jika kita melihat dari diri kita terhadap obyek di depan mata kita adalah yang mungkin ada dulu maka baru yang ada. Dan ketika kita melihat sudut pandang dari orang lain ke dalam obyek di matanya maka yang mungkin ada itulah yag terdahulu. Dan untuk hubungan dengan Sang Pencipta maka ada dulu dan yang mungkin ada hanyala akan menjerumusan ke dalam mitos. Jadi dapat disimpulkan adalah segala sesuatu itu tergantung sudut mana yang akan kita lihat.
Bagian 16 ( Apa Yang Akan Kita Laporkan Dalam Perjalanan Imajiner)
Yang kita laporkan dalam perjalanan imajiner adalah apa yang telah kita bayangkan. Sehingga dalam perjalanan Imajiner maka tulisan kita tidak mampu untuk mengikuti apa yang telah kita bayangkan. Dan bayangan kita itulah perjalanan Imajiner kita.
Bagian 17 (Minta Maaf Tentang Kesombongan/Kelancangan Berfilsafat)
Minta maaf dalam kesombongan atau kelancangan kita berfilsafat adalah ketika kita menyebutkan salah satu filusuf tanpa menyebutkan Bapak, gelar, dll. Misalnya saja ketika kit menyebut nama Plato kita tidak menyebutkan menurut Bapak Plato, atau ketika kita tidak menyebutkan Marsigit tanpa mncantumkan gelar seperti menurut Bapak Dr. Marsigit, atau yang lainnya.
Bagian 18 ( Hermeneutika)
Hermeneutika adalah diterjemahkan dan menterjemahkan, dan untuk lebih rinci mengenai hal ini adalah membaca buku tentang hermeneutika dan penulis dari hermeneutika adalah Habermas.
Good...continue be critical
BalasHapus