KARENA SEMUA YANG ADA DAN YANG MUNGKIN ADA
PADA PIKIRAN KITA DAN SEBAGIAN YANG ADA, ADA DI SINI
PADA PIKIRAN KITA DAN SEBAGIAN YANG ADA, ADA DI SINI
SEASSON 2
Oleh Meita Fitrinawati/08301244015/P.Mat Swa 08
Bagian 1 (Cara Memahami Suatu Ilmu Dengan Pendekatan Filsafat)
Salah satu tingkatan dalam filsafat adalah material lalu ke formal lalu ke normatif setelah itu adalah spiritual.
Ontologi | Epistemologi | Aksiologi | |
Ontologi | Hakekat dari Hakekat Manusia hanya beruaha mengetahui hakekat dari apapun sebenar-benarnya atas hakekat tidak lain dan tidak bukan yang Maha Pencipta | Hakekat daripada epistemologi cara epistemologi dengan ontologi tidak dapat dipisahkan | Hakekat dari dari Aksiologi Sifat dari yang ada Hakekat baik dan buruk itu apa? Dalam filsafat merentang, segala sesuatu merentang . Contoh : baik buruk orang satu dengan yang lain berbeda-beda Misalkan : Osama bin laden tewas itu baik/buruk tergantung orangnya. |
Epistemologi | Metode Untuk Menggali Hakekat Metode menggali hakekat agar kita bertemu degan Tuhan Dalam agama Islam adalah Tarekat | Kebenaran Metode Untuk mengetahuinya sebelumnya harus mengetahui haekat epistemologi | Metode Untuk Mengungkap Baik Dan Buruk Untuk mengungkap baik dan buruk bermacam-macam. Misalnya adalah Osama bin Laden yag dicap oleh adalah seorang teroris maka epistemologi . di dalam Filsafat kritik terhadap orang yang berkuasa apabila tidak pas dianggap sebagai musuhnya |
Aksiologi | Baik/ burukya hakekat tata etik dengan estetikanya berpikir hakekat. Memikirkan Tuhan tidak dipasar atau di kereta api. Aksiologi hakekat di Masjid/Gereja | Estetikanya cara etik dan estetikanya Bagaimana cara mengungkapkannya. Metodenya tidak aktif bisa kontraproduktif (minta uang orang tua) | Misal : Resepsi pernikahan menyampaikan keburukan dengan cara yang baik. Orang Jawa menyukai lambang yang tersembunyi. Tebu : antening kalbu Kalau mengalir dengan cinta. Suami Istri harus mantap di hati |
Bagian 2 (Infinite Regress)
Contoh dari Infinite Regress adalah Di dalam bermimpi, bermimpi lagi, sampai tak terhingga. Segala macam bermimpi bleh dan wajar. An setiap mimpi tidak dapat diceritakan ke orang lain.
Bagian 3( Batas Pikiran)
Batas pikiran kita adalah hati kita. Yang mengembangkan pikiran tanpa percaya dalam hati adanya Tuhan adalah berpikir Prejudice. Di dalam filsafat, ada syarat yaitu tidak prejudice.
Material → Formal→ normatif →Spiritual.
Tindakan → tulisan →pikiran→ doa
Bagian 4 (Mitos)
Mitos dapat diartikan secara luas, sempit, dalam dan dangkal.
Di dalam arti primitif misalnya adalah sering kita mendengar banyak yang percaya akan pohon ada yang menunggui. Elum tentu mitos itu tidak baik karena mitos jika diartikan secara profesional adalah untuk memperkokoh kekuasaan raja. Semakin banyak menciptakan mitos, semakin berkuasa.yang diajarkan ke anak, mitos bagi orang dewasa. Dan mendefinisikan mitos berdimensi-dimensi artinya adalah berbagai macam cara kita di ddalam mendefinisikan mitos.
Bagian 5 (Tertarik Mempelajari Filsafat)
Karena senang berdiskusi dan dunia itu dapat di rangkum dalam satu kata yaitu kritis. Filsafat kritis oleh Immanuel Kant.
Bagian 6 (Matematika Netral)
Misalnya adalah 2 + 3 = 5, apabila netal terhadap ruang dan waktu.
Karena 2≠ 2 jika dikaitkan dengan waktu. Karena jika sudah dilekatkan dengan waktu 2 yang pertama berbeda dengan 2 yang kedua.
Bagian 7 (Tema Hantu di RSBI)
Di dalam elegi ritual ikhlas, yang bersih hatinya adalah semua terjaga dari hal sekecil apapun.
Bagian 8 (Kata Terbaik Untuk Tuhan)
Kata terbaik untuk Tuhan adalah tergantung agama yang dianut. Di dalam Islam, ketika kita menyebut ama-Nya Alla ( dengan epistemologi yang baik)
Bagian 9 (Khayalan Tingkat Tinggi Adalah Secara Sadar/Tidak Sadar)
Sadar jika diartikan ke dalam adalah refleksi diri dan jika diartikan ke luar adalah berkhayal. Berkhayal adalah separuh dunianya, berlogika tapi tidak ada perjalanan. Berkhayal adalah tidak logis sehingga tidak punya fondamen.
Logika mempunyai fondamen sedangkan berkhayal belum tentu.
Misal : berkhayal menjadi presiden Amerika
Jika tidak sadar akan ruang dan waktu adalah gejala gila.
Bagian 10 ( Cara Mensistensiskan Antara Pikiran, Hati, Dan Dunia)
Cara mensistensikan antara pikiran, hati, dan dunia adalah dengan berdoa.
Bagian 11 ( Peran Dan Pengaruh Bahasa Dalam Filsafat)
Bahasa tidak lain tidak bukan adalah rumahku
Bahasa tidak lain tidak bukan adalah pikiranku
Maka bahasa adalah diriku sendiri
Bahasa adalah untuk menjelaskan filsafat. Dan berpikir filsafat melalui bahasa. Sepanjang jaman orang berfilsafat menggunakan bahasa. Bahasa dalam filsafat jawa adalah sastra gending . bahasa tidak mampu menjelaskan adalah.
Immanuel Kant menganaisis sebagai Subyek dan predikat sebagai Hukum Identitas dan Hukum Kontradiksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar